Home / Umum / Soekarno cinta budaya Indonesia

Soekarno cinta budaya Indonesia

Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya.

Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia.
“Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat,” ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams “Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007.
Soekarno tidak hanya mencintai budaya Jawa. Dia juga mengagumi tari-tarian dari seantero negeri. Soekarno juga begitu takjub akan tarian selamat datang yang dilakukan oleh penduduk Papua.
Karena kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut.
Dia menghargai setiap seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara politik.
Saat-saat diasingkan di Istana Bogor selepas G-30S/PKI, Soekarno membunuh waktunya dengan mengiventarisir musik-musik keroncong yang dulu populer tahun 1930an dan kemudian menghilang. Atas kerja kerasnya dan beberapa seniman keroncong, Soekarno berhasil menyelamatkan beberapa karya keroncong.

About sulton lubis

Check Also

KARENA KITA INDONESIA!

KAMI INDONESIA Saudaraku, saya Indonesia. Bukan karena pilihanku, tapi itu takdirku. Saya cina…Saya pribumi…Saya muslim…Saya Nasrani…Saya punya agama Saya Indonesia. Coba buka lembaran sejarahmu Carikan saya fakta kalau kita tidak majemuk! Kehadiranku, tidak pernah untuk mengancammu Tanah ini diijinkan untuk diinjak oleh perbedaan Perbedaan budaya…Perbedaan warna kulit…Perbedaan kepercayaan Jadi, jangan rekat aku dengan paksa, tapi terima aku dengan rasa. Saya menolak untuk diamkan ketidakadilan yang dibiasakan! Perlakuan yang dibedakan!…Itu tidak pernah dibenarkan. Seolah menyalahkan sang pencipta perbedaan. Tunjukkan mukamu! Wahai individu-individu congkak  …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *