Home / Umum / Keanekaragaman Budaya Tradisional

Keanekaragaman Budaya Tradisional

Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan agar makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional.

Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “Yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.

Begitu juga dengan apa kata Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”.
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum diamandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.

(Alhiqni Bissolihin)

Sumber:  p2x1637winlie.blogspot.com

About sulton lubis

Check Also

KARENA KITA INDONESIA!

KAMI INDONESIA Saudaraku, saya Indonesia. Bukan karena pilihanku, tapi itu takdirku. Saya cina…Saya pribumi…Saya muslim…Saya Nasrani…Saya punya agama Saya Indonesia. Coba buka lembaran sejarahmu Carikan saya fakta kalau kita tidak majemuk! Kehadiranku, tidak pernah untuk mengancammu Tanah ini diijinkan untuk diinjak oleh perbedaan Perbedaan budaya…Perbedaan warna kulit…Perbedaan kepercayaan Jadi, jangan rekat aku dengan paksa, tapi terima aku dengan rasa. Saya menolak untuk diamkan ketidakadilan yang dibiasakan! Perlakuan yang dibedakan!…Itu tidak pernah dibenarkan. Seolah menyalahkan sang pencipta perbedaan. Tunjukkan mukamu! Wahai individu-individu congkak  …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *