Home / Berita / Karena Harmonisasi Butuh Perbedaan

Karena Harmonisasi Butuh Perbedaan

Banyak orang beranggapan bahwa hanya dengan persamaan akan tercipta persatuan, sedangkan perbedaan hanya akan menciptakan perpecahan dan mengancaman persatuan.
Kalau kita kembalikan pada fitrah kita, bukankah anggapan semacam ini salah? Karena menurut akal sehat, adanya kesamaan meniscayakan adanya perbedaan didalamnya. Dikatakan sama karena ada sisi beda, dan dikatakan berbeda karena ada sisi kesamaannya. Lalu bagaimana bisa mengklaim yang berbeda itu menciptakan perpecahan dan yang sama menciptakan persatuan? Seolah-olah “sama dan beda” itu dua hal yang kontradiksi, padahal dua hal tersebut saling meniscayakan satu sama lain.
Sejak lahir kita selalu dihadapkan dengan berbagai perbedaan, tak usah jauh-jauh contohnya dapat diliat pada diri kita sendiri, bentuk dan fungsi anggota tubuh kita semuanya berbeda, namun apakah itu menciptakan perpecahan atau ketidakberaturan? Justru dengan berbeda itu tercipta keberaturan bukan dengan kesamaan karena keberbedaan adalah sebuah keharmonisan yang  semua anggota tubuh yang berbeda itu bersatu dan saling berkoordinasi satu sama lain dalam sebuah sistem yang sempurna. Bayangkan saja kalau bentuk dan fungsi  anggota tubuh kita semuanya sama, akankah terjadi kesatuan sistem yang sempurna itu? Jangankan sistem yang sempurna, fisik yang sempurnapun tidak terwujud.
Sebagaimana yang ada pada kita, di luar diri kita pun banyak ditemui perbedaan, berbeda warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, ras dan lain sebagainya. Haruskah kita menganggapnya sebagai sebuah masalah sehingga mengancam persatuan? Tentu tidak, mengapa? karena ketika kita mampu menerima keberbedaan dalam diri kita sebagai sebuah keharmonisan maka meniscayakan kita juga menerima perbedaan yang ada di luar kita sebagai sebuah keharmonisan. Maka dengan keharmonisan itulah yang akan mewujudkan persatuan bukan perpecahan. Bukankah dikatakan persatuan itu karena adanya perbedaan satu sama lain yang kemudian disatukan?
Kokohnya bangunan bukan karena material penyusunnya yang sama, justru karena dari material yang berbeda yang kemudian disusun dan disatukan maka membentuk sebuah bangunan yang kokoh. Sama halnya dengan Indonesia yang penuh dengan keberagaman, tak perlu menyamakan yang berbeda untuk membentuk sebuah NKRI. Biarkan Indonesia dengan keberagamannya, bersatunya kita dalam NKRI tujuannya bukan untuk meleburkan keberbedaan menjadi kesamaan, tapi untuk menyatukan keberagaman dalam satu misi yang sama yaitu membangun Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. (Hasna)
(Foto:  juliefisinpuns.blogspot.com)

About sulton lubis

Check Also

Falsafah ‘Satu Tungku Tiga Batu’ Masyarakat Papua

Pernahkah kalian mendengar kalimat ‘Satu Tungku Tiga Batu’? Kalimat dia atas merupakan falsafah yang terlahir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *